Penulis : Syuaib Jawaz, S.Pd.I., M.Pd.I.
KAIDAH ASPIRASI
Demonstrasi adalah suara, dan suara adalah amanah. Di negeri ini, ia legal, diakui oleh hukum, dijamin oleh konstitusi. Namun fiqih mengajarkan satu hal penting: tidak semua yang boleh, harus dilakukan tanpa adab. Sebab setiap langkah dinilai dari niat yang melahirkannya:
الأُمُورُ بِمَقَاصِدِهَا
Perkara ditentukan oleh tujuannya.
Jika demonstrasi lahir dari niat yang baik, maka tujuannya adalah kemaslahatan bagi banyak orang, bagi kelompok, atau bahkan bagi satu jiwa yang terpinggirkan. Karena pada hakikatnya, setiap kebijakan dan setiap suara publik harus berpijak pada kemaslahatan:
التَّصَرُّفُ عَلَى الرَّعِيَّةِ مَنُوطٌ بِالْمَصْلَحَةِ
Kebijakan terhadap rakyat ditentukan oleh kemaslahatan.
Namun ketika suara berubah menjadi luka, ketika aspirasi menjelma amarah, dan demonstrasi justru menumbuhkan masalah baru, maka fiqih dengan lembut mengingatkan:
دَرْءُ الْمَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَى جَلْبِ الْمَصَالِحِ
Menolak kerusakan didahulukan daripada mendatangkan kemaslahatan.
Hidup tidak selalu memberi pilihan yang mudah. Kadang kita berdiri di persimpangan, seperti buah simalakama, dipilih salah, ditinggal pun perih.
Dalam kondisi seperti itu, Islam tidak membiarkan kita tanpa panduan:
إِذَا تَعَارَضَتِ الْمَفْسَدَتَانِ رُوعِيَ أَعْظَمُهُمَا بِارْتِكَابِ أَخَفِّهِمَا
Jika dua mafsadah bertentangan, maka dihindari yang lebih besar dengan memilih yang lebih ringan. Bahkan ditegaskan lagi:
الضَّرَرُ الأَشَدُّ يُزَالُ بِالضَّرَرِ الأَخَفِّ
Mudarat yang lebih berat dihilangkan dengan mudarat yang lebih ringan.
Maka sebelum aspirasi disuarakan, perlu hati yang teduh dan pertimbangan yang matang. Sebab tergesa-gesa sering kali berujung penyesalan:
مَنْ اسْتَعْجَلَ الشَّيْءَ قَبْلَ أَوَانِهِ عُوقِبَ بِحِرْمَانِهِ
Barangsiapa menyegerakan sesuatu sebelum waktunya, akan dihukum dengan kekecewaan. Dan jika hasil tidak seperti harapan, itulah konsekuensi yang harus diterima dengan lapang:
رَضِيَ بِالشَّيْءِ رَضِيَ بِمَا يَتَوَلَّدُ مِنْهُ
Siapa yang rela terhadap suatu pilihan, hendaknya rela pula terhadap akibatnya.
Demonstrasi adalah hak, namun akhlak adalah kewajiban. Sampaikan aspirasi dengan niat yang lurus, cara yang santun, dan pertimbangan yang bijak. Sebab suara yang lahir dari hati yang jernih lebih didengar daripada teriakan yang lahir dari amarah
وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
@abyNafi
28/01/26
Tertarik Bergabung?
Pendaftaran Santri Baru Mahad Aly telah dibuka.